SABAR
Secara bahasa sabar berarti menahan diri. Adapun secara
syariat sabar artinya menahan diri dari tiga perkara yakni, menahan diri dari
meninggalkan ketaatan kepada Allah, menahan diri dari hal-hal yang diharamkan
oleh Allah, dan menahan diri dari mencela takdir yang tidak disukai. Adapun
ciri orang yang sabar adalah orang yang apabila ditimpa musibah maka ia akan
mengucapkan : “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepadaNyalah kami kembali”. Hal ini
sebagaimana firman Allah : “ Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang
yang sabar. (yakni) Orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan انا لله وانا اليه راجعون “, (QS. al Baqoroh :
155-156).
Taat kepada
Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan yang bersifat mutlak. Yakni ketaatan yang
tidak bisa ditawar-tawar lagi. Hal ini karena Allah adalah zat yang Maha Benar,
Maha Baik, sehingga semua perintah-Nya adalah benar.
Dan juga dalam peristiwa anak kecil yang dibunuh oleh nabi Khidir. Dalam pandangan manusia ini adalah takdir yang buruk. Tetapi bagi Allah ini adalah ketetapan yang baik. Karena ternyata orang tua anak kecil yang dibunuh Khidir tersebut adalah orang-orang yang beriman kepada Allah. Dan anak kecil tersebut ditakdirkan jika tumbuh sampai besar akan menyeret kedua orang tuanya kepada kekafiran. Maka nabi Khidir membunuhnya agar Allah mengganti untuk orang tua anak tersebut dangan anak lain yang sholeh dan lebih sayang kepada orang tuanya. Apa yang dilakukan nabi Khidir ini tidaklah atas kemauannya sendiri tetapi karena ilmu dari sisi Allah. Wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar