Selasa, 21 Mei 2013



UJIAN



    Bahwasanya Allah telah berjanji, benar-benar akan memberikan ujian kepada setiap Bani Adam. Ujian itu diantaranya adalah berupa sebagian dari rasa takut, sebagian dari rasa lapar, sedikitnya harta benda, sedikitnya anak keturunan, dan sedikitnya buah-buahan. Dalam surat Al Baqoroh ayat 154 disebutkan ولنبلونكم  huruf ل dalam kalimat ini adalah sebagai taukid dan begitu juga huruf ن . Sehingga kalimat ini memiliki dua taukid . Kalimat   ولنبلونكم dapat diartikan : Dan Kami sesungguhnya benar-benar akan menguji kalian. Ini menunjukkan bahwa setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak bisa tidak, pasti akan menerima ujian-ujian. Hal ini agar Allah mengetahui siapa yang benar imannya dan siapa yang dusta.
    Perumpamaan ujian yang diberikan Allah kepada hambanya adalah sebagaimana seseorang yang memanaskan emas yang belum murni. Maka setelah dipanaskan terpisahlah antara emas dan yang bukan emas sehingga orang tersebut memperoleh emas murni. Adapun manusia setelah diberi ujian terlihatlah mana di antara mereka yang benar-benar beriman dan mana di antara mereka yang imannya hanya di bibir saja. Ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan membiarkan hambanya mengucapkan “ kami beriman” sehingga Allah menguji mereka dengan sebuah ujian.  
    "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al Baqoroh :  214). 
    Lalu dengan ujian itu Allah, para malaikatNya, rasul-rasulNya, dan orang-orang yang beriman mengetahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang dusta.
    Firman Allah "Dan Kami benar-benar akan menguji kalian dengan sedikit dari rasa takut dan  rasa lapar" . Allah sebutkan sedikit  karena jika Allah timpakan semua dari rasa takut maka hancurlah manusia itu. Hal ini seperti Nabi Musa yang ketika meminta agar Allah menampakkan diri kepadanya maka Allah pun berkata kepada Musa : lihatlah kepada gunung yang ada di dekatmu. Maka Apabila gunung itu tetap berada di tempatnya maka engkau akan bisa melihat Aku. Tatkala Nabi Musa melihat gunung itu hancur maka pingsanlah ia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar