UJIAN
Bahwasanya Allah telah berjanji,
benar-benar akan memberikan ujian kepada setiap Bani Adam. Ujian itu
diantaranya adalah berupa sebagian dari rasa takut, sebagian dari rasa lapar,
sedikitnya harta benda, sedikitnya anak keturunan, dan sedikitnya buah-buahan.
Dalam surat Al Baqoroh ayat 154 disebutkan ولنبلونكم huruf ل dalam kalimat
ini adalah sebagai taukid dan begitu juga huruf ن . Sehingga
kalimat ini memiliki dua taukid . Kalimat
ولنبلونكم dapat diartikan : Dan
Kami sesungguhnya benar-benar akan menguji kalian. Ini menunjukkan bahwa
setiap manusia yang hidup di dunia ini tidak bisa tidak, pasti akan menerima
ujian-ujian. Hal ini agar Allah mengetahui siapa yang benar imannya dan siapa
yang dusta.
Perumpamaan ujian yang diberikan
Allah kepada hambanya adalah sebagaimana seseorang yang memanaskan emas yang
belum murni. Maka setelah dipanaskan terpisahlah antara emas dan yang bukan emas
sehingga orang tersebut memperoleh emas murni. Adapun manusia setelah diberi
ujian terlihatlah mana di antara mereka yang benar-benar beriman dan mana di
antara mereka yang imannya hanya di bibir saja. Ketahuilah bahwasanya Allah
tidak akan membiarkan hambanya mengucapkan “ kami beriman” sehingga Allah
menguji mereka dengan sebuah ujian.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al Baqoroh : 214).
Lalu dengan ujian itu Allah, para
malaikatNya, rasul-rasulNya, dan orang-orang yang beriman mengetahui siapa yang
benar-benar beriman dan siapa yang dusta.
Firman Allah "Dan Kami benar-benar akan menguji kalian dengan sedikit dari rasa takut dan rasa lapar" . Allah sebutkan sedikit karena jika Allah timpakan semua dari rasa
takut maka hancurlah manusia itu. Hal ini seperti Nabi Musa yang ketika meminta
agar Allah menampakkan diri kepadanya maka Allah pun berkata kepada Musa : lihatlah
kepada gunung yang ada di dekatmu. Maka Apabila gunung itu tetap berada di
tempatnya maka engkau akan bisa melihat Aku. Tatkala Nabi Musa melihat gunung
itu hancur maka pingsanlah ia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar