Menjaga Nikmat Rasa Aman
Segala puji hanya untuk Allah yang telah melimpahkan nikmat yang tak terhingga. Dan diantara nikmat Allah yang besar adalah nikmat rasa aman. Allah berfirman,
"Maka hendaklah mereka menyembah Rabb pemilik rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan." (QR. Quraisy : 3-4)
Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda,
"Barang siapa di waktu pagi mendapati tempat tinggal dan keluarganya dalam keadaan aman, tubuhnya dalam kondisi sehat serta dia memiliki persediaan bahan makanan untuk hari itu maka seakan-akan dia telah mendapatkan dunia seluruhnya." (HR. al Bukhari dalam kitab al Adabul Mufrad no. 300)
Berdasarkan Al Quran dan Hadis di atas dapat kita pahami bahwasanya diantara sekian banyak nikmat Allah yang banyak itu ada dua nikmat yang besar dan utama yakni, nikmat aman dan nikmat rizki berupa makanan. Dua nikmat ini saling berkaitan satu sama lain. Aman tapi tidak ada makanan dan minuman maka kita akan binasa. Makanan dan minuman melimpah tapi tidak aman maka kita juga akan binasa.
Namun demikian nikmat rasa aman itu lebih besar daripada nikmat kenyang. Hal ini karena orang yang kelaparan bisa pergi untuk mencari penghilang lapar meskipun dia hanya mendapatkan kulit pohon. Lain halnya orang yang ketakutan, tidak bisa duduk tenang meskipun dia dalam keadaan kenyang. (lihat Syarh Riyadush Shalihin Ibnu Utsaimin)
Ada beberapa hal yang dapat kita tempuh agar Allah selalu memberikan dan menjaga nikmat rasa aman ini,di antaranya:
- Menjalankan tauhid dan beramal shalih
- Senantiasa mensyukuri nikmat Allah
- Senantiasa berjalan bersama penguasa
Allah berfirman :
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman dan beramal shalih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai.Dan Dia benar-benar akan mengubah mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembahKu dengan tidak mempersekutukanKu dengan sesuatau apapaun. Tetapi barangsiapa kafir setelah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. An Nur 55)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar