Tafsir QS. Al Baqarah Ayat 42
Allah berfirman : "Dan janganlah kalian campur adukkan antara yang hak dengan yang batil dan janganlah kalian sembunyikan al hak sedang kalian mengetahui".
Perkataan ahli tafsir tentang ayat ini.
Berkata Imam Atthabari, wala talbisu bermakna jangan engkau campur adukkan.
Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir, kalian menyembunyikan ciri-ciri nabi Muhammad yang tertulis pada kitab Taurat.
Dalam tafsir Al Qurtubi, Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini, "Janganlah kalian campurkan antara kebenaran yang ada dalam kitab dengan kebatilan dengan cara merubah atau mengganti apa yang terdapat dalam kitab".
Abul Aliyah berkata, Kaum yahudi berkata bahwa nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ adalah utusan Allah tetapi diutus kepada selain kami. Perkataan kaum yahudi ini adalah kebenaran yang dicampur dengan kebatilan. Perkataan mereka bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah itu kebenaran sedangkan diutus kepada selain kami itu adalah kebatilan.
Bahayanya mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan, berkata Ibnu Taimiyah, jika kebenaran dicampur dengan kebatilan maka sesuatu yang batil tersebut nampak seperti kebenaran.
Ancaman bagi orang yang mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan, disebutkan dalam QS Al Baqarah ayat 79, Allah berfirman "Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan-tangan mereka kemudian mengatakan ini dari Allah untuk menjual ayat-ayat Allah dengan harga murah. Maka celakalah bagi mereka karena apa yang telah mereka tulis dan karena apa-apa yang telah mereka perbuat".
Muhadharah Syaikh Yahya Ali An Nahari
Penerjemah Ustadz Ruwaifi As Sulaimi
Jember, Selasa 11 Januari 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar