Selasa, 21 Juni 2022

 Masail Jahiliyah 4


Masalah Pertama

Sesungguhnya  mereka, yakni kaum jahiliyah, beribadah dengan menyekutukan Allah dengan menjadikan orang-orang sholeh sebagai sekutu, tandingan, saingan dan partner di dalam doa dan beribadah kepada Allah. Mereka beribadah kepada Allah tetapi dengan cara menjadikan orang-orang sholeh sebagai sekutu. Orang-orang sholeh di sini meliputi,  

Pertama para rasul dan nabi

Diantara dalil yang menunjukkan kaum jahiliyah menyembah para nabi ini adalah firman Allah dalam surat al Maidah ayat 116: 

وَاِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُمِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman,"Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada manusia, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?" 

Allah mengatakan ini kepada Isa bin Maryam karena secara realita didapati dari kalangan kaum nashara menjadikan beliau dan ibunya sebagai tandingan bagi Allah. Beribadah kepada keduanya.

Kedua orang-orang sholeh selain nabi dan rasul dari umat manusia

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa kaum jahiliyah menyembah orang-orang sholeh selain nabi dan rasul adalah surat Nuh ayat 23,

وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Dan mereka berkata:"Jangan sekali-kali kalian meninggalkan tuhan-tuhan kalian dan jangan pula meninggalkan wadd, suwwa', yaghuts, ya'uq, dan nasr".

Dijelaskan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, mereka semua, yakni wadd, suwwa', yaghuts, ya'uq, dan nasr, adalah orang-orang sholeh dari kaum Nuh. Yang kemudian diibadahi dimohonkan dari mereka doa dan kebutuhuan serta   hajat-hajat. Diserahkan kepada mereka penyembelihan kurban, nadzar, puasa, dan yang lainnya dari berbagai bentuk peribadatan. Beristianah, beristighotsah kepada lima nama dari orang-orang sholeh ini.


Ketiga malaikat

Kaum jahiliyah, ada diantara mereka yang beribadah kepada malaikat-malaikat Allah. Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam surat Saba ayat 40,

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ يَقُوْلُ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اَهٰٓؤُلَاۤءِ اِيَّاكُمْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ

Dan di hari ketika Allah mengumpulkan mereka semuanya pada hari kiamat nanti, maka Allah berkata  kepada para malaikat, "Apakah dahulu mereka beribadah kepada kalian?".

Ini sebagai penegakan hujjah terhadap kaum jahiliyah yang dahulu (ketika di dunia) beribadah, beristianah, beristighatsah, meminta syafaat kepada para malaikat. 

Jadi dari sini kita bisa mengetahui bahwa yang dimaksud orang-orang sholeh yang orang-orang jahiliyah menjadikan mereka sekutu bagi Allah adalah dari kalangan nabi dan rasul, orang-orang sholeh dari selain nabi dan rasul dari kalangan umat masusia, dan para malaikat.

Mereka dengan peribadatan tadi, yakni peribadatan kepada orang-orang sholeh di samping peribadatan kepada Allah, menginginkan syafa'at orang-orang sholeh tersebut di sisi Allah subhanahu wata'ala. Syafa'at agar dosa-dosa mereka diampuni melalui kedudukan orang-orang sholeh tersebut di sisi Allah. Diharapkan amalan-amalan, taqarrub, dan ibadah yang mereka lakukan lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah melalui perantara orang-orang sholeh  tersebut dan kedudukannya di sisi Allah. Karena mereka berkeyakinan bahwa Allah menyukai perbuatan mereka menjadikan orang-orang sholeh sebagai tandingan-tandingan Allah subhanahu wata'ala. Mereka, kaum jahiliyah, menyangka bahwa ini adalah termasuk amal sholeh. Allah berfirman dalam surat al Kahfi ayat 103-104,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

"Katakanlah (Muhammad), 'Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalannya?' Mereka adalah orang-orang yang sia-sia amalnya di dunia, sedang mereka menyangka bahwa mereka telah beramal sebaik-baiknya".

Amalan mereka sia-sia karena ketika di dunia mereka menyekutukan Allah. Tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah melakukan amalan yang baik. Inilah karenanya Syaikh mengatakan, karena sangkaan mereka bahwa Allah menyukai perbuatan mereka itu dengan menjadikan orang-orang sholeh sebagai tandingan-tandingan bagi Allah. Dan firman Allah dalam surat al A'raf ayat 30,

اِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ

Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

Mereka menjadikan Allah sebagai pelindung namun di waktu yang sama juga menjadikan setan-setan dari kalangan jin dan manusia sebagai pelindung. Mereka menyangka bahwa amalan yang sebenarnya amalan kesyirikan tersebut adalah termasuk bagian dari amal sholeh. Mereka mengira berada di atas petunjuk. Mereka menyangka Allah menyukai amalan tersebut. Sehingga mereka semakin bersemangat dalam melakukannya. 

Mereka menyangka bahwa orang-orang sholeh tersebut yang dijadikan tandingan atau sekutu Allah menyukai amalan yang mereka lakukan sehingga mereka semakin semangat juga sehingga mereka membelanya mati-matian ketika dinasehati untuk meninggalkan amalan tersebut. Sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 18,

وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰٓؤُلَاۤءِ شُفَعَاۤؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ

Dan mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan mudharat maupun manfaat dan mereka berkata "Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah." 

Mereka berkata bahwa orang-orang sholeh tersebutlah yang akan memberi syafaat kepada kami di sisi Allah. Ketika manusia pada hari kiamat nanti membutuhkan perlindungan dan keselamatan sehingga sekarang kami berusaha mendekatkan diri kepada orang-orang sholeh (yang telah mati) tersebut dengan berkurban untuknya, bernadzar untuknya. Kami juga menyerahkan dengan penuh keikhlasan unta-unta kami tidak kami tunggangi dengan keyakinan agar orang-orang sholeh tersebut memberikan syafaatnya kepada kami nanti di hari kiamat. Agar doa dan istighfar kami kepada Allah lebih dikabulkan. Perhatikanlah mereka memberi nama شُفَعَاۤؤُنَا nama yang indah sehingga manusia tertipu mengira bahwa amalan tersebut adalah amalan sholeh. Dan demikianlah ahlul batil mereka punya kebiasaan memberi nama-nama langkah langkah mereka dengan nama-nama yang indah sehingga manusia tertipu. Allah berfirman dalam surat az Zumar ayat 3,

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ 

Dan orang-orang yang menjadikan pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka melainkan agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya."

Apakah ini hanya cerita lama yang sudah tidak ada wujudnya? Tidak, di zaman sekarang pun hal ini masih ada dari kalangan rafidhah dan sufiyyah. Perhatikanlah mereka menamai amalan syirik mereka dengan takarrub. Nama yang indah sehingga banyak manusia tertipu dengannya. Beginilah ahlul batil punya kebiasaan menamai perbuatan perbuatan mereka yang buruk dengan nama-nama yang indah untuk menipu. Sementara dalam manhaj salafus sholeh disebutkan bahwasanya nama itu tidak akan mengubah hakekat suatu permasalahan. Suatu kemaksiatan akan tetap kemaksiatan walaupun diberi nama yang baik. Suatau kegiatan yang dinilai syariat batil akan tetap batil walau diberi nama yang bagus. 

Dan permasalahan pertama ini adalah permasalahan terbesar yang Rasulullah menyelisihinya dari orang-orang jahiliyyah.Yakni permasalahan menjadikan orang-orang sholeh sebagai tandingan-tandingan atau sekutu-sekutu bagi Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar