Kamis, 14 Juli 2022

Tafsir Surat Al Fatihah

Tafsir surat al Fatihah sangatlah penting karena ia sebagai pembuka mushaf dan surat ini berulang-ulang dibaca saat shalat. Surat al Fatihah juga disebut surat as Sholat karena ia rukun sahnya sholat  dan juga berdasarkan hadis hudsi yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah, Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda, "Allah ta'ala berfirman, Aku membagi sholat antara Aku dan hambaKu menjadi dua bagian, separuhnya untukKu dan separuhnya untuk hambaKu, dan untuk hambaKu apa yang ia minta (وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ) ".Dan ternyata yang dibagi tersebut adalah surat al Fatihah. 

Bismillah bukan bagian dari surat al Fatihah tetapi ia adalah pembuka bagi setiap surat termasuk surat al Fatihah ini. Kecuali surat at Taubah atau disebut surat Baraah. Dalilnya adalah sebuah hadis hudsi yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah sebagaimana tersebut di atas. Ini adalah pendapat yang diambil oleh syaikh al Utsaimin. Dalil kedua kenapa bismillah tidak termasuk surat al Fatihah adalah berdasarkan hadis dari sahabat Anas bin Malik, "Aku pernah sholat di belakang Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali... dst".


Tafsir ayat pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . alhamdu bermakna segala pujian yang sempurna. lillaahi bermakna untuk Allah. Rabba bermakna pencipta, pemilik, dan pengatur. dan al'alamiin bermakna segala sesuatu selain Allah.

Tafsir ayat kedua

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . Ar Rahman bermakna dan ar Rahim bermakna.

Tafsir ayat ketiga

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. Disebutkan di sini maliki yaumiddin bermakna Penguasa atau Pemilik hari kiamat. Allah pada hari kiamat nanti menyeru di mana raja-raja dunia, di mana penguasa-penguasa yang sewenang-wenang, di mana orang-orang yang sombong. Dan tidak ada seorangpun yang berani menjawab seruan Allah ini. Karena memang pada hari kiamat tersebut semua kekuasaan hanyalah milik Allah ta'ala. 

Huruf ma مَا pada kata malik boleh dibaca panjang dua harakat juga boleh dibaca pendek satu harakat. 

Ayat pertama sampai ayat ketiga adalah murni untuk Allah. Sebagaimana hadis hudsi yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah di atas.

 Tafsir ayat keempat

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. Kalimat asal dari ayat ini menurut kaidah bahasa Arab adalah نَعْبُد إِيَّاكَ yang bermakna kami menyembah kepadamu. Pada ucapan seperti ini bisa bermakna kami menyembahmu (tapi kami juga menyembah selain kamu). Dan ketika obyek yakni kata إِيَّاكَ diletakkan di depan maka para mufassir memaknai ini sebagai pengkhususan. Yakni bermakna hanya kepadamu  semata ya Allah kami menyembah. 

Pada saat membaca kata إِيَّاكَ maka harus dibaca jelas syiddah yang ada pada huruf al Ya'. Karena jika tidak maka bisa berubah maknanya menjadi, kami menyembah sinar mataharimu, yakni kalimat yang mengandung kesyirikan. Naudzubillah.

Pada ayat keempat ini separuh pertama yakni pada kalimat إِيَّاكَ نَعْبُدُ adalah untuk Allah dan separuh yang kedua yakni إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ adalah untuk hamba. 

Tafsir ayat kelima

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. Hidayah as Shirot terbagi menjadi dua yakni hidayah ila shirot dan hidayah fi shirot. Hidayah ila shirot adalah hidayah untuk masuk Islam sedangkan hidayah fi shirot adalah hidayah untuk beribadah dengan tata cara ibadah yang sesuai dengan petunjuk Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar