Pembahasan Kitab Masail Al Jahiliyah 2
Kata al Jahiliyah dibagi dua jenis, yakni al Jahiliyah mutlak dan al Jahiliyah terbatas. Jenis yang pertama mutlak dari semua sisinya, telah berakhir seiring dengan diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Sedangkan jenis yang kedua penempatan dan penggunaan al Jahiliyah dibatasi tempat, waktu, atau orang.
Dalam hadis Abu Malik Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu disebutkan, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ، لَا يَتْرُكُونَهُنَّ: الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ، وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ، وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ، وَالنِّيَاحَةُ وَقَالَ: النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا، تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ، وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
“Ada empat perkara khas jahiliyah yang masih melekat pada umatku dan mereka belum meninggalkannya: (1) membanggakan jasa (kelebihan atau kehebatan) nenek moyang; (2) mencela nasab (garis keturunan), (3) menisbatkan hujan disebabkan oleh bintang tertentu, dan (4) dan niyahah (meratapi mayit),”
Contoh penggunaan kata al Jahiliyah yang dibatasi oleh orang tertentu adalah sebagaimana hadis Abu Dzar radhiyallahu'anhu, Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Abu Dzar menjelaskan dirinya pernah terlibat adu mulut dengan saudara seiman. Ibu dari saudaranya itu adalah orang ajam atau non-Arab. Kemudian Abu Dzar mengejek ibunya. Orang tersebut pun mengadukan kepada Rasulullah tentang Abu Dzar yang menghina ibunya.Lantas ketika Abu Dzar bertemu Rasulullah, Abu Dzar pun mendapat teguran dari Rasulullah. "Wahai Abu Dzar, sungguh dalam dirimu masih terdapat sifat jahiliyah," begitu teguran Rasulullah kepada Abu Dzar.
Penggunaan kata al Jahiliyah secara mutlak pada masa sekarang hanya dibolehkan jika yang dimaksud adalah masa sebelum diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Adapun penggunaan kata al Jahiliyah mutlak untuk masa setelahnya maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Contoh penggunaan kata al Jahiliyah yang tidak diperbolehkan "Masyarakat di muka bumi sekarang ini dalam keadaan jahiliyah" atau "Semua negeri di muka bumi sekarang ini dalam keadaan jahiliyah".
Penting. Penggunaan kata al Jahiliyah secara mutlak seperti ini bermakna takfiri.Kata al Jahiliyah secara mutlak sering digunakan oleh tokoh-tokoh khawarij. Diantara yang sering menggunakan kata al Jahiliyah mutlak adalah Sayyid Qutb sebagaimana yang tertulis dalam salah satu karyanya yang berjudul Maalim fi Ath Thariq. Secara bahasa ini berarti rambu-rambu yang ada di jalan. Dalam kitab ini dia mengatakan :"Sungguh masyarakat yang ada sekarang ini telah masuk dalam bingkai jahiliyah sedangkan mereka menyangka bahwa mereka adalah masyarakat muslim". Ini adalah al Jahiliyah tanpa batas.Masyarakat di mana? India? Yaman? atau mana? Kemudian kata Sayyid Qutb lagi : "Masyarakat ini semua tidak masuk ke dalam bingkai Islam bukan karena mereka telah meyakini sesembahan selain Allah bukan pula menyerahkan ibadah kepada selain Allah, tetapi karena mereka meyakini adanya hak hukum kepada selain Allah, berhukum dengan hukum selain Allah, tidak menjadikan hukum Allah sebagai hukum kehidupannya, bahkan mereka menjadikan hukum-hukum selain Allah sebagai pegangan hidup". Jadi mereka dihukumi kafir/jahiliyah oleh Sayyid Qutb bukan karena menyerahkan ibadah kepada selain Allah tetapi karena mereka tidak berhukum dengan hukum Allah". Demikian orang ini (Sayyid Qutb) menegaskan penggunan kata al Jahiliyah secara mutlak. Kemudian kata Sayyid Qutb lagi :"Kemudian kalau sudah jelas permasalahan ini maka sesungguhnya sikap 'Islam' terhadap masyarakat-masyarakat jahiliyah ini adalah atau dalam ungkapan lain bahwa 'Islam' tidak mengakui masyarakat yang ada ini semuanya sebagai masyarakat muslim". Ini adalah bagian dari takfir. Dari akidah inilah kemudian muncul akidah khawarij yang mengkafirkan pemerintah kaum muslimin. Kemudian dari situ mereka melakukan tindakan-tindakan teror, pembunuhan, pengeboman, penculikan, dan yang lainnya terhadap pemerintah kaum muslimin dan para pemimpin kaum muslimin. Kerana itu ketika kita belajar kitab Masail Jahiliyah penting untuk diketahui bahwa apa yang disebutkan oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahab tidak keluar dari tadi yang disebutkan yakni penggunaan kata al Jahiliyah secara terbatas. Penggunaan kata al Jahiliyah secara mutlak untuk masyarakat setelah diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ berarti mendustakan hadis dari Muawiyah dari Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ yang berbunyi :
لا يزال من أمتي أمة قائمة بأمر الله لا يضرهم من خذلهم ولا من خالفهم ، حتى يأتيهم أمر الله وهم على ذلك
“Senantiasa ada dari umatku yang menegakkan perintah Allah. Tidak dapat mencelakai mereka orang yang menghinanya dan juga orang yang menyelisihinya, hingga datang kepada mereka perintah Allah sedang mereka tetap dalam kondisi seperti itu”. Jadi di tengah-tengah masyarakat yang berperilaku jahiliyah masih ada sekelompok orang yang beragama dengan benar. Sehingga berdasarkan hal ini tidak boleh digunakan kata al Jahiliyah secara mutlak setelah diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Contoh lain kesalahan penggunaan kata al Jahiliyah secara mutlak adalah sebagaimana yang diungkapkan oleh tokoh Sururiyah. Sururiyah adalah bagian dari Ikhwanul Muslimin yang berpaham khawarij. Dalam sebuah muhadharah mereka yang berjudul "Umat yang sudah tidak ada wujudnya". Yang dimaksud mereka di sini adalah umat Islam yang hakiki sudah tidak ada di muka bumi. Ini pertama mengandung makna takfir. Atau pengkafiran terhadap umat. Dan yang kedua penentangan dan pendustaan terhadap hadis Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Kesimpulan dari pertemuan kedua ini adalah bahwa kondisi al Jahiliyah mutlak berakhir dengan diutusnya Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. Atas dasar itu penggunaan kata al Jahiliyah secara mutlak tanpa batas baik kondisi tertentu, tempat tertentu, pribadi tertentu, zaman tertentu tidak diperbolehkan. Di zaman ini ada tempat yang boleh disifati jahiliyah yaitu negara-negara kufur yang di sana dihidupkan syiar-syiar kufur, pemerintahnya pemerintahan kufur seperti yang ada sekarang pemerintah-pemerintah al yahud dan nashara yang ada di Eropa dan Amerika maka mereka hidup di atas jahiliyah. Tapi kalau dikatakan bumi secara menyeluruh atau masyrakat bumi secara menyeluruh atau seluruh penduduk bumi, atau seluruh negara di muka bumi adalah jahiliyah, ini adalah tahrikat jamaah takfir atau tharikat jamaah khawarij di zaman ini, dalam menanamkan akidah takfir kepada umat. Yang dari sini bermula munculnya ekstrimisme, akidah yang ekstrim, akidah yang ghuluw yang melahirkan tindakan-tindakan teror mengatasnamakan Islam yang semua itu tidak dibenarkan oleh Islam. Wallahu a'lam.
Pertemuan Kedua. Pembahasan Kitab Masail Jahiliyah karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab disampaikan oleh Ustadz Luqman Baabduh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar