Menyelamatkan Hati Dari Tipu Daya Setan
Pembahasan tentang salah satu karya Ibnul Qayyim Al Jauziyyah yakni kitab beliau yang berjudul Ighatsatul Lahfan Min Mashaid As Syaithan yang artinya menyelamatkan hati dari tipu daya setan.
Kitab ini dianjurkan ulama untuk dipelajari.Karena berisi tentang akidah yang benar juga macam-macam penyakit hati dan obatnya. Kitab ini berisi cara-cara memberikan pertolongan saat-saat genting dari jerat-jerat setan.
Allah telah memberi kita tiga perangkat penting yaitu pendengaran, mata, dan hati yang semua itu nanti pada hari kiamat akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah. Dari ketiga perangkat itu hati adalah yang paling penting dan utama. Karena itu Iblis dan bala tentaranya memusatkan serangannya pada hati-hati manusia. Sehingga tidak ada seorangpun yang bisa selamat dari serangan-serangan tersebut kecuali hamba-hamba Allah.Lalu pertanyaannya apakah kita termasuk hamba Allah? Bagaimana caranya agar kita termasuk hamba Allah? Akibat serangan setan pada hati manusia membuatnya menjadi sakit. Hati yang sakit akan menghasilkan amal yang jelek. Sehingga setiap amal manusia yang jelek bersumber dari hati yang rusak.
Bab pertama
Membahas tentang pembagian hati menjadi tiga yakni hati yang sehat, sakit, dan mati. Hati yang sehat yakni hati yang selamat atau kalbun salim, yang seseorang tidak akan selamat pada hari kiamat nanti kecuali dengan hati yang selamat ini. Apa itu hati ? Bagaimana mencapai kondisi hati yang selamat?
Makna As Saliim dengan wazan faiil seperti kata aliim atau kata yang semisalnya ini untuk menunjukkan sifat yang tetap yang tidak berubah-ubah. Sehingga bisa diartikan bahwa kalbun salim adalah hati yang keselamatannya sudah tetap atau tidak berubah-ubah.
Banyak ulama telah mendefinisikan kalbun salim ini dan syekh Ibnul Qayyim dengan melihat definisi-definisi tersebut menyimpulkan bahwa pengertian kalbun salim adalah hati yang selamat dari setiap syahwat dan syubhat.
Syahwat artinya menentang larangan Allah dan perintahNya atau segala berita yang datang dari Allah berupa Alquran adan Alhadis. Contoh seseorang tahu bahwa riba itu haram dan dia mengakui dosa riba tetapi dia tetap mengerjakan riba maka ia telah terjatuh dalam syahwat.
Syubhat adalah selalu protes larangan Allah dan perintahNya berupa Alquran dan Alhadis. Contoh seseorang tahu bahwa Riba itu haram tetapi dia membantahnya dengan mengatakan riba itu tidak haram karena ia sama dengan jual beli sehingga dia tetap melakukan riba dengan anggapan ia sama dengan jual beli maka dia telah terjatuh dalam syubhat.
Jember, 3 Desember 2021
Ustadz Abu Amr Alfian
Masjid Al Ihsan Ma'had 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar